PONDOK AREN, Beritatangsel.com - Pondok pesatren Al Ikhwaniyah didirikan pada tahun 1986 oleh oleh KH. Muhasyar Bin H. Baran almarhum. Seiring dengan waktu, ponpes ini telah mendeklarasikan diri sebagai pondok pesantren yang multitalenta.
Artinya, “Ponpes ini tak hanya menjalankan pendidikan agama Tapi, juga mengajarkan skill yang lain. Salah satunya skill berwirausaha atau entrepreneur. Yang diharapkan, generasi yang paham masalah keagamaan sekaligus paham masalah sosial dan ekonomi”
Hal ini dikatakan Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al Ikhwaniyah KH. Syarif Muawan Mpd, saat membuka kegiatan ‘Madrasah Expo 2022’, yang digelar di halaman Mts Al Ikhwaniyah, Kelurahan Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Kamis (10/10/2022).
“Semoga dengan adanya kegiatan ini sebagai sarana mendidik generasi bangsa yang mumpuni dan berdaya saing sesuai dengan kemajuan teknologi dan bisa berprestasi disegala aspek,” kata, putra almarhum KH. Muhasyar.

Selain itu juga dirinya memberi apresiasi kepada kinerja pendidik yang telah membimbing peserta didik hingga acara dapat berlangsung, dan juga kepada para pembina ekstrakurikuler yang selama ini telah melakukan tugas tambahannya.
Kegiatan pembukaan acara ini dihadiri oleh Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Tangsel Edi Suharsongko, dan selaku Ketua Pokjawas Jajang Raksanagara dan sejumlah dewan pengawas juga para pembina serta sekertaris Kelurahan Jurang Mangu Barat H.Sarman.
Dijelaskan kepala Mts Al Ikhwaniyah Herdriyan S.pd, kegiatan ini salah satu tujuan untuk menumbuhkan minat dan bakat peserta didik dengan membuat lomba-lomba ekstrakurikuler yang selama ini dibina di Madrasah, sebagai ajang meng-explor hasil kreasi mereka.
“Kegiatan Madrasah Ekpo 2022 dilaksanakan satu hari, dengan tujuan untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan berinovasi murid dengan menampilkan berbgai seni dan memamerkan hasil karya sesuai bakat masing-masing,” ujarnya.

Pesertanya, kata Hendriyan dari siswa-siswi kelas 7, 8 dan kelas 9 diantaranya mereka menampilkan bakat pidato dengan bahasa yang berbeda, paduan suara, menari, dan lomba kreasi juga pameran hasil karya dilengkapi bazar,” kata Hendriyan.
Lebih lanjut Hendriyan menjelaskan, yang belajar di sini juga dibimbing mengenai pemahaman usaha sekaligus praktik langsung yang bisa dijual. Dan harus memiliki kemampuan memasuki era digital.
“Tujuan melatih siswa agar bisa hidup mandiri. Jadi, setelah lulus nanti, para santri selain mempunyai bekal ilmu agama, juga mempunyai bekal keahlian di bidang kewirausahaan.” pungkasnya. (Abah Ade).



